Model Penyajian Morfologi

Istilah morfologi dapat dirunut sebagai unsur-unsur Yunani Kuno yang diperkenalkan dalam dunia ilmiah pertama kali oleh J.W. Goethe pada tahun 1817, khususnya dalam bidang biologi. August Schleicher memperkenalkan kemudian istilah tersebut ke dalam dunia linguistik. Dalam dunia linguistik, istilah morfologi belum terlalu tua, akan tetapi sudah dikenal dan dipraktekkan dalam ketatabahasaan setiap negara.


morfologi

Morfologi sendiri dapat diartikan salah satu bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya (Harimurti, 2001: 142). Morfologi merupakan bagian dari ilmu bahasa atau linguistik. Secara bahasa, dapat dipelajari sebagai ilmu yang mempelajari seluk-beluk bahasa secara ilmiah atau scientific.  Seperti halnya disiplin ilmu pengetahuan lain, ilmu bahasa (morfologi) bersifat umum, maksudnya tidak hanya terikat pada satu bahasa, tetapi melibatkan berbagai macam bahasa yang ada (bahasa manusia).morfologi juga memiliki cabang-cabang dibawahnya yang lebih khusus mengkaji satu permasalahan tertentu. Misalnya, morfologi leksikalis, morfologi semesta, morfologi semiotis, dsb.


Dalam morfologi, terdapat beberapa model penyajian yang sering digunakan oleh para peneliti bahasa atau ahli-ahli bahasa. Model-model tersebut adalah IP (item and process), IA (item and arrangement), dan WP (word and paradigm). Dari ketiga model tersebut, model penyajian WP merupakan model yang paling tua yang digunakan sebagai kerangka. Hal ini dapat kita temui dalam gramatika bahasa-bahasa klasik. Model IP adalah model yang kerap digunakan kaum Neo-Bloomfield yang memiliki landasan filsafat positivisme, dan model ini merupakan salah satu proses yang cocok untuk menyajikan morfologi bahasa Indonesia. 

 

 

1.      Model tata unsur (IA=item and arrangement model)

a)      Pendekatan dalam analisis bahasa yang menghindarkan semua pertimbangan waktu dan mendeskripsikankan bahwa atas dasar sistem dari unsur-unsur bahasa dan penataannya (Harimurti, 2001: 137).

b)      Dalam model ini disajikan unsur-unsur gramatikal (dalam hal ini morfem), dan diperhatikan bagaimana hubungan diantara unsur-unsur itu.

c)      Contoh:

                          i.      pesuruh      pe-       : morfem afiks / prefiks

suruh   : morfem bebas / bentuk dasar

                        ii.      berjalan      ber-      : morfem afiks / prefiks

jalan     : morfem bebas / bentuk dasar

                      iii.      menulis      me-      : morfem afiks / prefiks

tulis     : morfem bebas / bentuk dasar

                      iv.      berlarian    ber-an  : morfem afiks / simulfik

lari       : morfem dasar

                        v.      keadilan     ke-an   : morfem afiks / simulfik

adil      : morfem dasar

 

2.      Model paradigma (WP=word and paradigma model)

a)      Pendekatan dalam analisis bahasa yang menganggap kata sebagai satuan paling utama dalam gramatika; kebanyakan kata dapat ditempatkan dalam paradigma dengan bentuk derivatif dan inflektif yang dapat memperlihatkan hubungan morfologis dan sintaksis.

b)      Kata dan unsur-unsur kata (morfem) yang menjadi satuan dasar dan diperlihatkan secara tersirat.

c)      Pendekatan analisis morfologi ini dilakukan dengan cara mengorelasikan kata-kata dalam suatu bahasa secara proporsional dengan memperhitungkan kata yang terdapat dalam paradigma sehingga dengan cara ini dapat diketahui apakah antara kata-kata yang dikorelasikan itu terdapat kesepadanan (korespondensi) dalam ketiga aspeknya atau tidak, yakni aspek makna, aspek bentuk dan aspek valensi sintaksis.

d)     Model ini menyatakan bahwa kehadiran sebuah kata sekaligus bersamaan dengan kata-kata lain yang dari segi bentuk dan maknanya memiliki pertalian.

e)      Contoh:

i.        kejauhan (menyatakan keadaan)  

ii.      menjauhkan (menyatakan tindakan)

iii.    dijauhkan (menyatakan membuat jadi jauh)   

iv.    terjauh (menyatakan paling)

v.      berjauhan (menyatakan keadaan)

vi.    jauh (kata sifat)

Jadi, kata ‘jauh’ merupakan Adjektif pangkal yang secara infleksional membentuk kata-kata seperti tersebut diatas.

 

3.      Model proses (IP=item and proses model)

a)      Pendekatan dalam analisis bahasa yang mendeskripsikan bahasa sebagai suatu sistem yang dinamis, yaitu dengan memperlakukan satu unsur sebagai bentuk asal yang menurunkan bentuk lain melalui deretan perubahan yang dapat digambarkan dengan kaidah-kaidah.

b)      Dalam model ini diakui dua komponen, yaitu komponen dasar dan proses.

c)      Contoh:

i.        Pesuruh; berasal dari bentuk dasar ‘suruh’ dan ber-prefiksasi dengan morfem pe-, yang menggambarkan kata ‘pesuruh’ yang muncul melalui kata ‘disuruh’.

ii.      Pelajar; berasal dari bentuk dasar ‘ajar’ dan ber-prefiksasi dengan morfem  pe-, yang menggambarkan kata ‘pelajar’ yang muncul karena adanya kata ‘belajar’.

iii.    Penjahit; berasal dari bentuk dasar ‘jahit’, berprefiksasi dengan morfem pe-, dan menggambarkan kata ‘penjahit’ yang muncul karena adanya bentuk ‘menjahit’. 

iv.    Perampok; berasal dari bentuk dasar ‘rampok’, ber-prefiksasi dengan morfem pe-, dan memunculkan kata ‘perampok’ yang muncul karena adanya bentuk verba ‘merampok’.

 

4.      Leksem

a)      Satuan leksikal dasar yang abstrak yang mendasari pelbagai bentuk infleksif suatu kata.

b)      Kata atau frase yang merupakan satuan bermakna; satuan terkecil dari leksikon.

c)      Dalam Pembentukan Kata Dalam Bahasa Indonesia:

i.        satuan terkecil dalam leksikon

ii.      satuan yang berperan sebagai input dalam proses morfologis

iii.    bahan baku dalam proses morfologis

iv.    unsur yang diketahui adanya dari bentuk yang setelah disegmentasikan dari bentuk kompleks merupakan bentuk dasar yang lepas dari proses morfologis

v.      bentuk yang tidak tergolong proleksem atau partikel

d)     Contoh:

i.        kutip; mengutip – dikutip – kutipan 

ii.      tulis; menulis – ditulis – tulisan 

iii.    pakai; memakai – dipakai – pakaian

iv.    bajak; membajak – dibajak – bajakan

v.      sunting; menyunting – disunting – suntingan  

 

 

Referensi

B, Karno Ekowardono. Kata Sebagai Satuan Sentral Kajian Morfologi: Ancangan Dasar Morfologi Struktural. FPBS IKIP: Semarang.

Harimurti, Kridalaksana. 1996. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.  

__________________. 2001. Kamus Linguistik Edisi Ketiga. Jakarta: Gramedia.

__________________. 1997. Teori Morfologi Dewasa Ini: Morfologi Klasik. Pertemuan Linguistik Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Atma Jaya Kesebelas.  Jakarta: Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Atma Jaya.

M, Ramlan. 1978. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif.  Yogyakarta: U.P.  Karyono.




Ardhiansyam | Find us on Google+ | Kontak | Follower? klik di sini | Sitemap | Versi Mobile | ke atas ↑