Kisah Jumat

MasjidJumat adalah hari yang istimewa, beberapa kisah berikut merupakan  kisah yang terjadi di sekitar saya, pada hari Jumat tentunya. Semoga berkenan :)

 

Beberapa Jumat Ini

 

Aku memperhatikan (tingkah)nya. Selalu berada di barisan paling depan setelah imam. Pada beberapa Jumat lalu, pemuda itu melengkapi bacaan imam kami. Jumat ini, dia lama duduk di tempat itu, tidur? tidak, matanya seperti menusuk mata sang khatib, kotak itu juga berlalu dari hadapannya tanpa bertambah isinya, sepertinya dia tak tertarik dengan kotak putih yang baru saja dijejali beberapa kertas rupiah itu.

 

Beberapa Jumat ini tak ada yang berubah darinya, apa yang pernah ku lihat, terjadi lagi dan lagi. Satu hal yang menarik, setelah tenggelam dalam doa, dia tak lantas pergi, tapi mengintai kotak-kotak itu. Kuperhatikan terus gerak-geriknya. Setelah sepi menyelimuti rumah Allah itu, dia melangkah mendekati kotak-kotak bergembok itu, dengan cepat dia memasukkan selembar uang kertas ke dalamnya.

 

Hal itu terjadi lagi Jumat ini . . tanpa banyak manusia yang tahu, mungkin dalam hati dia bergumam: 'ini hanya urusanku dengan-Mu, yang lain tak perlu tahu'.. (14 Agustus 2009)

“”

 

Jumat Ini: Orang Bodoh juga Orang Pandai

 

Terasa sejuk siang ini berada di sini, di tempat biasa tendengar khatib berkhotbah.


Ternyata aku berada tepat di bawah benda berputar itu, iya, kipas angin. Kantuk kontan saja menyerang. Tapi kucoba bertahan. Terdengar, tiba-tiba saja, suara khatib terdengar lebih keras; ORANG BODOH! suara yang dengan lantang mengusir kantukku; ORANG BODOH adalah orang yang tak mampu mengendalikan diri, tak mampu menguasai nafsunya, dengan sadar membiarkannya menuntun ke arah kemaksiatan. ORANG BODOH! lanjutnya, adalah orang yang takut meninggalkan maksiatnya, yang dianggap sebagai kenikmatan yang sayang untuk ditanggalkan & ditinggalkan. ORANG BODOH adalah orang yang tahu, yang sadar akan laku salahnya, tapi tetap tak berubah karena terbiasa. ORANG BODOH selalu mengharapkan rahmat-Nya, ampunan-Nya, rizki-Nya, sementara dia ENGGAN, RAGU, tuk beranjak dari kolam kemaksiatan.


Bagaimana dengan ORANG PANDAI? kontras dengan ORANG BODOH, ORANG PANDAI adalah orang yang bisa MENGUASAI NAFSUNYA, BUKAN DIKUASAI NAFSUNYA. Meninggalkan & tak menginginkan lagi UMPAN-UMPAN SETAN yang selalu berwujud kenikmatan (jadi ingat lagunya Bang Haji, terlalu!)..


Saatnya intropeksi. Termasuk yang manakah diri ini, diri yang penuh kekurangan.. bukan ORANG BODOH, belum pantas juga sebagai ORANG PANDAI.. Jumat ini adalah perenungan, tentang BODOH & PANDAI, tentang HITAM & PUTIH.. tentang.. (29 Januari 2010)

 

“”

 

Terlambat

 

Khotbah telah dimulai, mungkin 5 menit, atau 3 menit yang lalu.
Seperti biasa, Jumat adalah hari yang identik dengan shalat, yang biasanya tak shalat pun, ke masjid pula.


##


Karena terlambat, tak semua kutangkap Jumat ini. Bahasannya tentang shalat ternyata. Yang menarik adalah 'shalat munafik', salah satu analogi sederhananya begini, dalam shalat, kita selalu memohon untuk ditunjukkan jalan yang lurus (dalam surat Al Fatihah), tapi dalam kehidupan sehari-hari, kita masih saja suka belok kanan kiri, munafik bukan? (bukaaann :D)


Disinggung pula masalah kekusyukan. Seringkali shalat itu hanyalah formalitas belaka, tanpa makna, kosong, yang ada adalah: wah, sms dari si dia belum aku bales, statusku sudah ada yang komen belum ya? sip dah, notesku banyak yang komen, walau copas, dll. Oleh karena itu, semakin cepatlah shalat kita, wuzz.. wuzz.. sampailah kita di depan layar lagi, menarikan jemari kembali (iyo po ra? :D)


Seakan tak sadar, dengan siapa kita berhadapan...
Astagfirullah..


(saya pun kepikiran tuk tulis notes ini waktu shalat.. waduh.. )

 

Mari berubah, sebelum terlambat.. (19 Februari 2010)

 

“”

 

(gambar dari www.ibabuzz.com)




Ardhiansyam | Find us on Google+ | Kontak | Follower? klik di sini | Sitemap | Versi Mobile | ke atas ↑