Tentang Fitur QWERTY Lokal

qwerty Serbuan ponsel lokal (baca: ponsel China) memang tak dapat dielakkan. Untuk mendapatkan tempat di pasar ponsel tanah air,  para vendor berlomba-lomba menarik perhatian konsumen. Permasalahan pun muncul ketika konsumen mulai terbius dengan ledakan fitur dan harga terjangkau yang ditawarkan vendor lokal. Mereka berharap mendapatkan ponsel dengan kualitas dan performa yang “sama” dengan ponsel yang sedang menjadi tren saat ini. Akan tetapi tak jarang mereka dikecewakan dengan kenyataan yang jauh dari harapan. Untuk itu, konsumen diharapkan untuk kritis dan jeli dalam memilih ponsel lokal. Sebagai referensi, mari kita simak tulisan berikut.

Jeli Memaknai Fitur

                
              Istilah Sama,
                                           Cara Kerja Beda
 
LIHATLAH  iklan, brosur atau pamflet ponsel qwerty  merek lokal. Nyaris semua ponsel, apa pun dan tipenya mereknya, menyebutkan bisa Facebook dan chatting. Sebagian juga menuliskan sanggup push e-mail dan video call.

Idealnya, pembeli cerdas tak
menelan mentah-mentah informasi yang disajikan.
Apalagi, kalau sampai menyimpulkan bahwa fitur ponsel merek lokal buatan Tiongkok telah setara dengan BlackBerry (BB). 

Walaupun istilahnya sama,  cara kerja fitur unggulan BB jadi-jadian itu sering berbeda dengan BB buatan Research In Motion (RIM). Ayo kita cermati satu per satu!
Facebook
>>
Ponsel qwerty lokal tanpa Facebook diibaratkan sayur tanpa garam. Hambar dan dianggap kuno. Karena itu, boleh dibilang semua ponsel qwerty merek lokal selalu menyebutkan kemampuan Facebook. 
Kalau diteliti, fitur Facebook di nyaris semua ponsel merek lokal secenarnya hanya berupa shortcut. Di layar atau menu utama, ditampilkan logo Facebook.

Kalau pengguna mengkliknya, ponsel membuka browser, lalu mengakses alamat m.facebook.com.
Sebagian ponsel merek lokal agak lebih canggih. Mereka menginstalasikan aplikasi Java bernama Facebook. Kalau aplikasi tersebut dijalankan, ponsel membuka (lagi-lagi) Facebook versi mobile di m.facebook.com.

Kondisi tersebut tentu berbeda dengan BB. Facebook di BB berupa aplikasi nyata, bukan penyamaran untuk mengakses m.facebook.com. Aplikasi itu didesain sedemikian rupa sehingga bisa bekerja optimal di piranti BB.


<<
Chatting
Demi menghadirkan kemampuan chatting, kebanyakan vendor ponsel merek lokal menginstalasikan aplikasi freeware buatan pihak ketiga.

Aplikasi yang paling sering ditanamkan adalah eBuddy. Urutan berikutnya, Yamee dan shMessenger.
Vendor yang lebih “kreatif” malah hanya menyiapkan ikon Yahoo Messenger.
Kalau ditekan, pengguna akan mengakses m.yahoo.com atau situs eBuddy. Jangan tanyakan stabilitas kinerjanya. Pasti kalah telak bila dibandingkan dengan chatting lewat layanan BB.


Push E-Mail
>>
Mayoritas ponsel merek lokal yang mengklaim bisa push e-mail sebetulnya hanya dibekali dengan e-mail client berbasis POP3/IMAP4. Agar mirip push e-mail, ponsel dibuat selalu online atau sering mengecek e-mail.
Cara kerja seperti itu sangat berbeda dengan push e-mail ala BB. Kalau tak percaya, cobalah menerima ratusan e-mail per hari di satu BB dan satu ponsel qwerty merek lokal. Rasakan bedanya.



<<
Video Call
Ada vendor ponsel merek lokal yang menyebutnya video chat. Fitur ini tidak menggunakan jalur 3G yang memang belum didukung oleh ponsel qwerty merek lokal. Video Call alias video chat di ponsel qwerty merek lokal diibaratkan ber-Yahoo Messenger plus webcam lewat GPRS/EDGE.

Biasanya, aplikasi yang digunakan bernama imiChat. Ssst… sampai sekarang pun belum ada BB asli yang bisa digunakan untuk ber-video call, lho.

Nah, kini Anda seharusnya makin pintar dalam memilih ponsel qwerty merek lokal yang sesuai dengan kebutuhan. Nama fitur boleh sama, tapi cara kerja dan stabilitas berbeda. (hsw/tia) Jawa Pos, 28 Januari 2010



Ardhiansyam | Find us on Google+ | Kontak | Follower? klik di sini | Sitemap | Versi Mobile | ke atas ↑