Budaya: Pedulikah Kita?

tari pendetMemelihara kekayaan budaya Nusantara: tidak semudah membalikkan  telapak tangan. Berkali-kali hasil dari cipta, rasa, dan karsa asli bangsa kita diakui oleh bangsa lain. Kita tampaknya lupa dengan apa yang kita miliki, terlalu sibuk “menyerap” berbagai pengaruh asing yang dianggap lebih modern dan bernilai ekonomis, dan pada akhirnya kita harus terkejut, ingat, dan merasa memiliki setelah kita merasa “kehilangan” (manusiawi?).

 

Kita menyadari keadaan negara dan bangsa kita yang masih dalam tahap perkembangan, banyak masalah yang dianggap lebih penting dari sekedar penyelamatan budaya. Namun sepenting apapun itu, kita tetap takkan pernah rela budaya kita diakui bangsa lain. Kita marah bila apa yang selama ini menjadi milik kita “direbut” oleh bangsa lain. Mari kita bayangkan, bila saja tak ada klaim terhadap budaya ini . . . masihkah kita ingat (peduli)?

 reog pendet batik angklung

 

Pembajakan, peniruan, pengakuan terhadap suatu karya bukanlah tanpa alasan, (salah satunya) karena memang apa yang dibajak, ditiru, dan diakui tersebut adalah karya yang baik, indah, mengagumkan, dsb. Seringkali kita lupa dengan itu semua, sehingga kita tak sadar, tak paham, di mana letak kebaikannya, keindahannya, dan mengabaikannya begitu saja hingga harus disadarkan oleh bangsa lain.

 

Pada akhirnya, mata kita akan terbuka dengan adanya berbagai reaksi budaya, kita bangga dengan budaya, kita bangga dengan apa yang kita miliki, kita mulai menghargai adanya keluhuran pada apa yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita, yang masih menjadi pertanyaan: pedulikah kita?

 

 

(sedikit refleksi dari maraknya budaya yang pernah/akan tercuri)




10 komentar:

  1. lagi mikir nih, pedulikah saya atau hanya sekedar kata peduli saja yang kerap saya lontarkan tanpa perbuatan...emmmm

    BalasHapus
  2. terkadang banyak orang orang kurang melestarikan dan menjaga kebudayaan sendiri...

    padahal dari tingkat sekolah pendidikan dasar (sd)
    udahh ada pelajaran tentang memelihara dan mejaga kelestarian alam :)
    apa mereka gak pernah SD ya bang :D

    BalasHapus
  3. hmm....artikel diatas mengingatkan saya.....apa saya sudah peduli akan kebudayaan?

    BalasHapus
  4. postingannya amat menarik dan menyentuh menyentuh kepekaan dan rasa kita terhadap nilai2 budaya yang belakangan ini mulai diabaikan, mas ardhian. mari kita mulai sekarang juga utk peduli pada upaya pelestarian dan pengembangan budaya.

    BalasHapus
  5. Iya benar sob, Apakah kita sendiri ingat & peduli terhadap bahasa & budaya kita sendiri??

    Indonesia banyak beraneka ragam bahasa, bangsa & budaya? Seharusnya kita tau, ingat & peduli terhadap itu semua, minimal bahasa, bangsa, & budaya daerah sendiri. Tetapi mana?? tidak sama sekali tau, ingat & peduli. Ketika ada yg meniru/mengclaim (tanpa dari mana itu), kita baru tau, sadar, ingat, peduli??

    Kita terlalu sibuk meniru, mengikuti, bahkan mengklaim negara lain, negara sendiri dilupankan..!!

    Kawan2 tau, film, sinetron, bahkan kuis yang di siarkan di televisi kita, kebanyakan meniru dari negara lain??

    Mari mulai saat ini, kita pedulikan & mengenalkan bahasa, bangsa, & budaya kita itu milik kita.

    Eh, sekalin mw promosi Toko Online. WestJavaStore.com merupakan Toko Jawa Barat, target kami menjual sekaligus mengenalkan produk2 anak bangsa, khususnya dari Jawa Barat. Tetapi ini masih sedikit, maklum baru membuat pertengahan Nopember 2009. kami mohon doa & dukungan dari kawan2 semua :)

    BalasHapus
  6. Siapapun diri kita, seberapakah peduli kita dalam menjaga budaya dan tradisi Indonesia merupakan tindakan nyata. melalui media, cara apapun mari satukan langkah menuju kemerdekaan Indonesia.

    BalasHapus
  7. mantabbbbs pengetahuannya sob, nice info sobat!!!

    BalasHapus
  8. bener sangat sob.. kita akan merasa memilki setelah kehilangan.. bukan hanya tentang budaya tapi juga orang2 terdekat :s

    BalasHapus

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

[ Instagram M2D ]

[ Favorit ]

Malam Marah Malam Ramah

Apalah yang istimewa dengan malam? malam tak lebih dari kegelapan yang menyelimuti sesuatu yang tak pantas menikmati kelembutan cahaya, kera...

[ Referral ]

Ardhiansyam | Kontak | Sitemap | ke atas ↑