Suatu Kisah tentang Ponsel, Iblis, & Kematian

Ponsel iblis kematian


Cahaya memukau Memenuhi muka & tubuh
Menyeruak di telinga di antara jari-jari Ibu menari
Menutup sinar-sinar kecil
Muka terbersit Merdu memancar dari bibir
Alunan penyejuk jiwa Memanggil telapak
Mendekat telinga Ibu kembali menari
Mengukir beberapa ayat menebar jala maut
malaikat menjadi iblis terpikat & terperangkap
mata semu mulai menulis bait demi bait
tentang dua iblis
mengingat & teringat serta keringat
melayang jalur biru merengkuh muka bibir telinga lain
mengalun melewati bumi palsu tersiar kotak ajaib
iblis telah mati di tangan iblis
perantaraan cahaya muka tubuh ibu & mata semu
serta bait-bait yang mengalir tanpa batas
perantaraan jalur biru bumi palsu & kotak ajaib


Bumi Reog, 21 April 2009
  • Tribut untuk “Gerakan Jangan Bugil di Depan Kamera
  • Untuk seorang teman yang mati karena “iblis” dari sebuah “ponsel”
  • Untuk para “malaikat’ yang telah (membiarkan dirinya) berubah menjadi “iblis”
  • Untuk seorang sahabat yang berpuisi (maaf baru bisa posting sekarang)



Ardhiansyam | Find us on Google+ | Kontak | Follower? klik di sini | Sitemap | Versi Mobile | ke atas ↑