Ngantor, Iya, Ngantor Pos yang Absurd

Ini adalah tulisan kedua di blog yang telah lama saya terlantarkan ini. Begini, Selasa lalu, saya ngantor, maksudnya ke Kantor Pos di daerah saya tinggal. Sebelumnya, tidak ada yang absurd, hanya sedikit mendung yang kemudian diikuti gerimis saat saya mulai menarik gas kuda besi berlabel Honda ini. Kacamata saya mulai buram, menandakan bahwa kaca helm ini minta diturunkan.

Hanya gerimis di pagi hari, saya terus melaju, melewati aspal berkelas menengah, sampai kelas yang lebih tinggi dari menengah. Tiba di Kantor Pos hampir setengah sepuluh, parkiran sudah lumayan riuh dengan kendaraan para pengantor pos, untung masih ada tempat untuk kuda besi yang saya bawa.
selengkapnya...

Kembali Lagi

Sekian lama bergeming, menarik beberapa rasa yang pernah mengisi hari-hari (luar) biasa, aku ingin kembali, kembali lagi. Mengisi yang masih polos (dan yang terhapus), dari ruang-ruang bebas ini. Mencipta kembali, barisan-barisan kata dan tanda seperti waktu lalu, saat itu. Aku merasa sang waktu kembali menghampiri, menarik tanganku, berlari dari tempat ini, ke tempatku seharusnya berada.

Sebuah peringatan, dari apa yang pernah diingat (mungkin dijanjikan) oleh alam raya ini, di sekitar ini. Berniat untuk menyalakan kembali semangat lalu, aku mulai lagi, aku kembali lagi. Sepatah kalimat menyambut, "Selamat datang kembali, kami telah lama menunggumu".
selengkapnya...

[ Instagram ]

[ Sobat GFC ]

[ Komunitas ]

Ardhiansyam | Find us on Google+ | Kontak | Sitemap | Versi Mobile | ke atas ↑